BERBAGAI CERITA TENTANG KELULUSAN

Gw dari dulu emang gila. Tapi, semenjak gw kelas 3 SMP, penyakit gila gw semakin menjadi-jadi. Sangking gilanya, gw sekarang bernafas bukan menghirup oksigen, tapi menghirup kentut orang. 

Gw gila semenjak syarat kelulusan SMP dipersulit.  bayangin, rata-rata setiap mata pelajaran harus 5,5, gak boleh ada yang 4 atau 3 atau 2 apalagi 1 (minta dibunuh kalau ini. Emang nilai itu dikit. Tapi, dengan kaadaan otak gw yang belum 100% berkembang,  nilai itu terasa sulit bagi gw. Otak gw gagal berkembang karena keseringan untuk dipakai berfikir. Karena keseringan dipakai, otak gw panas dan akhirnya menyusut menjadi kecil. Akibatnya, otak gw gagal berkembang.

Gw makin gila padahal, nilai kakak-kakak kelas gw tahun lalu tuh nilai seperti ukuran kolor pun masih bisa lulus. Padahal  rata-rata nilai matematika 1,6 lho?.

jadi, gw berubah menjadi orang gila yang otaknya menyusut gara-gara terlalu sering dipakai. Awalnya sih normal-normal aja, makan masih pakai mulut, bukan pakai pantat. bernafas lewat hidung, bukan lewat ketek (nanti kalau bernafas lewat ketek, jadinya bau asem terus). Biasanya ada waktu senggang dipakai untuk mengerjakan latihan soal-soal, membaca, menghafalkan rumus, dan banyak lagi. Makin lama, makin keseringan, otak gw semakin menyusut. Dan gw gak mau lama-kelamaan otak gw semakin mengecil semakin mengecil seperti upil. Bisa-bisa gw nanti pas bersin, otak gw keluar lewat hidung. 

Oh ya.. yang membuat sulit satu lagi adalah LJK yang dikoreksi komputer. Itu membuat gw makin kesulitan untuk jawab. Bayangin, harus gak boleh sobek, basah atau terlipat. Padahal gw kalau ngerjain ujian selalu pingin tidur, kalau tidur gw takut untuk membasahi LJK yang tak berdosa ini. Oh ya... LJK yang dikoreksi komputer juga gak boleh kotor. Kalau mengahapus jawaban yang salah harus bersih. Bayangin LJK ini dipakai oleh anak SD yang gak punya penghapus, pasti anak SD ini kalau gak pakai air liur ya... pakai the legend of penghapus, yaitu, karet yang dililitkan di pensil. Ini sangat sangat gak berperike-LJK-an.

Dan, satu bulan terakhir menjelang UN ini, tempat les gw pindah jam tayang. Yang awalnya 2 kali satu minggu, berubah menjadi 4 kali satu minggu. Dan juga, tempat les gw masuknya lebih sore, yaitu jam 04:00 dan pulang jam 05:30. Itu membuat gw kalau pulang sering kemaleman. Akibatnya, gw kalau mau berangkat les, yang pertama gw masukin kedalam tas adalah alat pertahanan, yaitu, batu bata. Selain itu, akibat pulang les yang kemaleman, gw kalau mau naik angkot selalu nungguin lama. Sampai-sampi badan gw lumutan. 

Btw, gw sekarang jarang untuk salat jamaah di musola. Sebagai muslimah, eh kliru, maksudnya muslim yang baik, adalah yang beribadah secara berjamaah. Tapi, gara-gara gw terlalu sibuk untuk mengurusi ingus gw yg selalu molor kalau malem,, gw jarang untuk salat jamaah di musola. Kalau gini caranya, gw bercita cita mempunyai jurusnya Naruto yang namanya "kage bunshin no jutsu" kalau gw udah mempunyai jurus itu, gw akan salat berjamaah terus meskipun gak di musola. Hehehehe....