KOLORMAN 2 : RETURN OF STRENGTH THE KOLOR

Yak!! kembali lagi dengan tulisan yg amat sangat tak berbobot ini. Mungkin anda bisa membacanya dengan beban 2 ons saja.

Kali ini gw akan nulis cerita lanjutan Kolorman. Pada postingan sebelumnya yg berjudul "Kolorman", ceritanya Chelsea Islan sedang disandera oleh Hasmikus yg tidak lain ato tidak bukan adalah anak buah dari Raja Cicakus. Dan, pada postingan kali ini gw akan menuliskan lanjutan ceritanya. Dan, semoga anda setelah membaca tulisan ini, anda tetap normal seperti manusia pada umumnya. 

Setelah Kolorman kalah dari Hasmikus, Kolorman pun menyesal karena tidak bisa menyelamatkan idolanya. Dia pun mencoba mempelajari jurus" tertentu agar bisa membuat dia lebih kuat lagi. Dia pun pergi ke gunung Kolorinipus di Malang Selatan, tepatnya di gang 10. Disana memang tempat para dewa" kolor untuk bertapa mencari kekuatan. Maka dari itu, Kolorman pergi kesana untuk berguru kepada dewa" kolor dan bertapa disana. Dia pun bertapa dan berpuasa selama satu hari penuh, yg diawali sahur sampai berbuka. Karena dia adalah Kolorman yg syar'i, yg taat kepada agamanya.

Pada suatu saat, Kolorman akan beristirahat untuk bisa mengembalikan energinya untuk dipakai berlatih besok pagi. Sebelum beristirahat, dia berendam ditelaga terlebih dahulu. Agar dia gak digigit nyamuk karena bau keringet. Dia pun pergi ke telaga tempat para dewa mandi. Dia pun berendam. Saat mau nyemplung, Kolorman tak sengaja menginjak batu yg licin. Akhirnya dia kepleset dan dia kepleset dengan mulus tanpa kendala. Saat dia kecebur karena kepleset tadi, dia tak sengaja meminum air telaga tersebut. Akhirnya dia balik ke tempat istirahat dan dia istirahat karena dia takut ada kepleset susulan. 

Saat pagi, dia bersiap untuk berlatih. Seperti kegiatan Kolorman biasanya, yaitu setelah bangun tidur di langsung mandi dan tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi dia menolong yg punya kontrakan (anggep aja ada kontrakan di gunung) untuk membersihkan tempat tidurnya. Saat akan berangkat ke tempat berlatih, Kolorman minum segelas air. Setelah meminum air tersebut, dia langsung kejang". Kemudian dari badannya muncul cahaya yg terang. Akhirnya, dia tidak sadarkan diri (bukan karena air yg diminum air got). 

Setelah menunggu Kolorman tidak datang", dewa kolor akhirnya mengutus salah seorang asistennya untuk menjemput Kolorman di kamarnya. Setelah melihat Kolorman tergeletak tanpa energi, asisten dewa kolor pun kaget. Akhirnya asisten dewa kolor pun berusaha membangunkan Kolorman. Kolorman pun bangun tanpa sadar. Akhirnya asisten dewa kolor pun mengajak Kolorman untuk berlatih. Setengah sempoyongan Kolorman berjalan ke tempat latihan. 

Kolorman pun disuruh dewa kolor untuk mematahkan sepotong kayu, dia pun memotonya dengan mudah karena dia menggunakan geraji mesin maklumlah, alumi tukang tebang pohon (haha.. ya enggak lah ding) dia hanya menggunakan satu jari saja. DIa pun disuruh dewa kolor untuk memotong sepotong besi yg dipotong agar bisa dipotong potong. Dia pun dengan mudah memotongnya. Akhirnya Kolorman disuruh dewa kolor untuk mengangkat anak gunung Kolorinipus agar berdekatan dengan gunung Kolorinipus (mungkin agar anak sama orangtuanya lebih akrab. Memang zaman sekarang banyak anak yg sudah tidak akrab lagi dengan orang tuanya. Sungguh keji peradaban sekarang). Dia pun mengangkatnya dengan mudah.


Kekuatan ini muncul karena air telaga yg terminum oleh Kolorman adalah bekas para dewa kolor mandi. Ya.. mungkin bakteri" yg ada pada kolornya dewa kolor ada pada air tersebut ikut terminum oleh Kolorman. Dan, segelas air yg diminum Kolorman pada pagi hari tadi adalah penghantar kekuatan. Bakteri" yg ikut terminum tersebut berkonteraksi oleh segelas air. Akhirnya bakteri" tersebut 2x lebih sehat dan kuat. Ibaratnya ayam kalkun yg habis di imunisasi. 


Kolorman juga bisa kekuatan" lain yg lebih WOW!!. Yaitu: makan pisang goreng sambil loncat", minum panadol gak pakek air, melompati lingkaran api sambil teriak" gak jelas. Menang berantem lawan anak SD itu termasuk kekuatan super nggak?? pokoknya banyak.

Setelah Kolorman merasa kekuatannya sudah cukup, dia berpamitan kepada rakyat gunung Kolorinipus. Tidak lupa juga dia berpamitan kepada para dewa" kolor. Sebelum Kolorman pulang, dia diberi sesuatu oleh salah satu dewa kolor. Yaitu, sebuah kolor berwarna emas mengkilat yg sudah 150 tahun tidak dicuci. Tentunya bakterinya sudah ganas". Kolorman pun berjanji menyimpan kolor berwarna emas tersebut.